Sabtu malam kemarin, ada tawuran di Urip Sumoharjo. Jalanan macet. Di tengah ribut-ribut itu, ada satu motor yang dibakar sampai tinggal rangkanya saja. Waktu melihat videonya lewat di layar HP, saya cuma memikirkan satu hal: apa sebenarnya yang mereka cari sampai harus repot-repot membakar motor di tengah jalan?
Rasanya ini bukan cuma soal dendam atau adu jago. Kalau dipikir-pikir lagi, ini tentang kita yang lelah karena merasa dirinya tidak pernah dianggap penting.
Saat seseorang merasa tidak pernah didengar atau dihargai usahanya, perasaan sedih itu tidak hilang begitu saja. Ia menumpuk di dalam.
Dan membuat keributan adalah cara paling cepat buat diperhatikan. Lewat kekacauan itu, kita seolah sedang bersuara:
"Kalau saya tidak bisa dikenal karena karya atau hal baik,
ya sudah saya bikin hancur saja.
Yang penting sekarang kalian melihat saya.
Kalian takut sama saya-kan sekarang."
Memang, sebagian besar dari kita tidak akan pernah turun ke jalan membawa parang atau panah. Kita merasa hidup kita jauh lebih rapi dari itu.
Tapi, coba kita jujur pada diri sendiri.
Berapa kali kita tiba-tiba marah besar di rumah untuk urusan sepele? Berapa kali kita sengaja membalas ucapan dengan kata-kata tajam, murni hanya karena ingin membela diri atau mencari pembenaran kepada pasangan atau keluarga kita?
Saat sadar, kita akan menemukan alasan yang sering kali persis sama. Kita marah karena kita merasa tidak didengar. Kita merasa capek tapi tidak ada yang mengerti. Bentuk pelampiasannya memang beda—kita tidak membakar motor di ruang tamu—tapi rasa sakitnya sama. Kita terluka karena merasa kehadiran kita sedang tidak dihargai.
Motor yang hangus semalam itu jadi pengingat yang pas buat kita. Rasa capek hati dan sedih itu tidak akan pernah sembuh cuma dengan didiamkan pura-pura tidak ada.
Kalau kita tidak mencari tempat aman untuk menumpahkan perasaan itu, ia akan diam-diam berubah wujud menjadi marah. Dan rasa marah yang dibiarkan menumpuk tanpa tempat bercerita, lama-lama pasti akan meledak dan merusak apa saja yang ada di dekatnya.